BANDUNG, PUSDAI – Suasana syahdu menyelimuti Masjid PUSDAI pada Kamis (29/01/2026). Meski langit Bandung nampak mendung dan rintik hujan sempat turun membasahi pelataran masjid, hal tersebut tidak menyurutkan semangat ratusan jamaah untuk hadir. Kesuksesan sering kali diukur dari kemegahan harta dan tingginya jabatan. Namun, dalam Tabligh Akbar bertema “Mengantar Anak dengan Do’a, Melepas dengan Keyakinan” yang diselenggarakan oleh POMG SMA Alfa Centauri bersama K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak jamaah untuk mendefinisikan ulang makna sukses dan bahagia.
Sukses Bukan Tentang Dunia
Dalam kajian yang berlangsung khidmat di Masjid PUSDAI tersebut, Aa Gym menegaskan bahwa standar sukses di mata Allah bukanlah kemegahan duniawi. Merujuk pada firman Allah dalam QS. Ali 'Imran: 185, sukses sejati adalah ketika seorang hamba diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
"Tidak ada artinya dihormati dan dipuja-puji di dunia, jika di akhirat kelak justru mendapatkan siksa," pesan Aa Gym kepada para jamaah.
Beliau juga mengingatkan bahwa ketetapan hidup manusia telah tertulis jauh sebelum dilahirkan. Sebagaimana rujukan dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, saat janin genap berusia 120 hari di dalam rahim, malaikat meniupkan ruh dan menetapkan empat perkara: rezeki, amal, kebahagiaan/kesengsaraan, serta ajal. Oleh karena itu, seluruh perjalanan hidup—baik sehat maupun sakit, dipuji maupun dicaci—hanyalah bentuk ujian yang harus disikapi dengan kepasrahan kepada takdir Allah.
Hayatan Tayyibah: Kunci Kebahagiaan Hakiki
Lebih lanjut, Aa Gym menjelaskan rahasia mencapai kebahagiaan berdasarkan QS. An-Nahl: 97, yaitu melalui pintu iman dan amal saleh. Allah menjanjikan Hayatan Tayyibah (kehidupan yang baik) bagi hamba-Nya yang konsisten dalam dua hal tersebut.
Ciri orang yang meraih kebahagiaan ini adalah: Hati yang selalu tenang. Merasa cukup (qana'ah) atas rezeki yang diterima. Memiliki akhlak mulia; tidak gemar mengeluh, tidak menyakiti hati orang lain, dan tidak sibuk menghakimi sesame.
Mencetak Generasi Saleh Melalui Teladan
Menutup tausiyahnya, Aa Gym memberikan pesan mendalam bagi para orang tua. Beliau menekankan bahwa kerusakan akhlak pada anak sering kali terjadi karena jauhnya mereka dari tuntunan agama atau karena kalah oleh hawa nafsu. Anak adalah titipan Allah yang harus didekatkan dengan Al-Qur’an serta dikenalkan kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun, kunci utamanya terletak pada orang tua."Anak yang saleh lahir dari orang tua yang berusaha saleh terlebih dahulu," pungkasnya.
Semoga melalui momentum Tabligh Akbar ini, kita semua dibimbing oleh Allah SWT untuk meraih sukses dan bahagia yang hakiki dengan fondasi iman, amal saleh, dan akhlak yang mulia.
